SEJARAH

PROGRAM MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


Berdirinya Program Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat tidak dapat dilepaskan  dari  dua  hal  yang  saling  mempengaruhi  yaitu aspek demand dan  supply.   Aspek demand ditandai dengan antisipasi pemenuhan kebutuhan masyarakat dan pembangunan kesehatan   memasuki era tahun 2000. Memasuki millenium ketiga,  bidang kesehatan masih ditandai dengan transisi epidemiologi dan transisi demografi tetapi perubahan yang cepat muncul dengan bergulirnya paradigma baru kesehatan masyarakat dari pembangunan yang cenderung berorientasi pada aspek kuratif menjadi pembangunan kesehatan yang berorientasi pada aspek preventif, promotif dan protektif,  berhembusnya angin reformasi di Indonesia yang juga melanda bidang kesehatan, desentralisasi dan otonomi daerah serta globaliasasi yang melanda dunia.  Semua itu menempatkan pembangunan kesehatan masyarakat menjadi hal yang sangat penting di masa mendatang.  Untuk itu diperlukan lebih banyak sumber daya manusia yang handal dan mempunyai kualifikasi yang sesuai dengan tingkat pendidikan pascasarjana.

 

Kenyataan di masyarakat menunjukkan bahwa aspek demand tersebut juga ditandai dengan meningkatnya permintaan masyarakat untuk studi lanjut kearah S2 terutama bagi  para pimpinan dan staf di jajaran Departemen Kesehatan dan departemen lain,  institusi pelayanan kesehatan swasta, dokter pasca PTT serta staf pengajar pada akademi-akademi kesehatan baik negeri maupun swasta maupun perguruan tinggi lainnya.

 

Dari aspek supply, Fakultas Kesehatan Masyarakat  (FKM) Universitas Diponegoro telah mulai menyelenggarakan pendidikan S1 sejak tahun 1985. Pada saat itu statusnya sebagai Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro.  Pada tanggal 21 Oktober 1993 berdasarkan SK. Mendikbud No. 0369/0/1993, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro secara resmi berdiri dan lepas dari induknya yaitu Fakultas Kedokteran.

Dalam usia yang relatif masih muda (14 tahun) FKM UNDIP telah menunjukkan kemajuan yang berarti didalam pengembangan kualitas staf pengajar dan penyediaan sarana belajar mengajarnya, sehingga memungkinkan untuk mengembangkan Program Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat.

 

Pembahasan tentang rencana persiapan Program Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat telah dimulai  sejak tahun 1996 dalam serangkaian pertemuan intern di FKM UNDIP maupun pertemuan yang sifatnya regional seperti Regional Planning Meeting FKM UNDIP tahun 1996, Pertemuan Nasional FKM se Indonesia yang secara rutin diselenggarakan oleh Badan Kerja Sama FKM se Indonesia (BKSFKMI) setiap tahunnya serta pembahasan dengan Konsorsium Ilmu Kesehatan pada Dirjen Pendidikan Tinggi Depdikbud.  Hasil dari serangkaian pertemuan tersebut adalah terselenggaranya Lokakarya Kurikulum Program Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat  pada bulan Mei 1997 dan kemudian disusun Studi Kelayakan Pendirian  Program Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat pada Fakultas Kesehatan Masyarakat pada bulan Juli 1997.  Pada Tanggal 26 April 1999 keluar  SK Dirjen Pendidikan Tinggi Depdikbud No. 182/DIKTI/Kep/1999 tentang Pembentukan Program Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Pada Universitas Diponegoro.  Dengan keluarnya SK tersebut maka Program Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro resmi berdiri dan mulai menerima  mahasiswa pada tahun ajaran 1999/2000 dengan empat  konsentrasi yaitu : Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Administrasi Rumah Sakit, Sistem Informasi Manajemen Kesehatan  serta Promosi Kesehatan.

 

Pada tahun ajaran 2000/2001 Program Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat membuka 6 (enam) Konsentrasi yaitu : Adiministrasi dan Kebijakan Kesehatan, Administrasi Rumah Sakit, Sistem Informasi Manajemen Kesehatan, Promosi Kesehatan, Epidemiologi, dan Kesehatan Lingkungan.

 

Pada bulan April 2001 Program Magister Epidemiologi, Program Magister Promosi Kesehatan, Program Magister Kesehatan Lingkungan dan Program Magister Gizi berdiri sebagai Program Studi baru, memisahkan diri dari Program Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat.

 

Mulai tahun ajaran 2001/2003 sampai dengan sekarang Program Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat mempunyai 3 (tiga) Konsentrasi yaitu : Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Administrasi Rumah Sakit, dan Sistem Informasi Manajemen Kesehatan dengan kelas reguler dan non reguler. Selanjutnya mulai tahun 2005/2006, hingga sekarang khususnya untuk Konsentrasi Administrasi dan Kebijakan Kesehatan (AKK) membuka 3 (tiga) minat yaitu minat Administrasi dan Kebijakan Kesehatan (AKK) dan Manajemen Kesehatan Ibu dan Anak (MKIA).

 

Berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor : 008/BAN-PT/Ak-IV/S2/VII/2005 tanggal 7 Juli 2005 Program Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat telah terakreditasi dengan nilai B.